Seberkas cahaya dari lilin takkan bererti sama sekali bila lilin tersebut berada di antara ribuan cahaya lainnya yang lebih bersinar. Namun, bila lilin itu mampu bertahan terus memancarkan cahayanya, maka cahaya lilin tersebut akan sangat bererti kerana satu persatu dari cahaya lainnya akan padam hingga tidak ada lagi cahaya yang lain selain lilin itu.
Begitulah halnya dengan hidup. Kita tidak diharuskan untuk menjadi orang yang paling sempurna diantara orang lain untuk orang yang kita cintai. Kita cukup menjalaninya dengan biasa-biasa saja, dan dengan penuh kesederhanaan. Hal yang harus kita lakukan adalah menetapkan hati kita untuk tetap selalu bertahan. Kerana, suatu saat nanti akan tiba masanya dimana hanya kita yang berdiri sendiri dan orang lain telah lelah untuk bertahan dan menanti.
Sebuah pemberian akan lebih bererti bila pemberian itu diberikan dengan tulus dan tak pernah terputus meskipun pemberian itu penuh dengan kesederhanaan dan ala kadarnya saja, dibandingkan dengan pemberian yang sangat luar biasa namun pemberian itu diberikan bukan atas dasar ketulusan dan diberikan hanya sekali saja. Sebuah contoh, seseorang akan lebih memilih dan lebih menghargai pemberian bunga dari seseorang yg diberikan di setiap harinya meskipun bunga itu hanya setangkai, dibandingkan pemberian bunga berhektar2 dari seseorang tapi diberikan hanya sekali saja.
Kita tidak mengetahui siapa orang yang akan dipertemukan dengan kita oleh Tuhan nantinya. Tapi yakinilah bahwa orang yang bersamamu saat ini, itulah orang yang Tuhan amanahkan kepada kita. Kerana dengan begitu, kita lebih menghargai erti dari sebuah Anugerah. Dan dengan jalan itu pula kita akan memahami apa yang kita jalani dalam rel kehidupan ini.
Begitulah halnya dengan hidup. Kita tidak diharuskan untuk menjadi orang yang paling sempurna diantara orang lain untuk orang yang kita cintai. Kita cukup menjalaninya dengan biasa-biasa saja, dan dengan penuh kesederhanaan. Hal yang harus kita lakukan adalah menetapkan hati kita untuk tetap selalu bertahan. Kerana, suatu saat nanti akan tiba masanya dimana hanya kita yang berdiri sendiri dan orang lain telah lelah untuk bertahan dan menanti.
Sebuah pemberian akan lebih bererti bila pemberian itu diberikan dengan tulus dan tak pernah terputus meskipun pemberian itu penuh dengan kesederhanaan dan ala kadarnya saja, dibandingkan dengan pemberian yang sangat luar biasa namun pemberian itu diberikan bukan atas dasar ketulusan dan diberikan hanya sekali saja. Sebuah contoh, seseorang akan lebih memilih dan lebih menghargai pemberian bunga dari seseorang yg diberikan di setiap harinya meskipun bunga itu hanya setangkai, dibandingkan pemberian bunga berhektar2 dari seseorang tapi diberikan hanya sekali saja.
Kita tidak mengetahui siapa orang yang akan dipertemukan dengan kita oleh Tuhan nantinya. Tapi yakinilah bahwa orang yang bersamamu saat ini, itulah orang yang Tuhan amanahkan kepada kita. Kerana dengan begitu, kita lebih menghargai erti dari sebuah Anugerah. Dan dengan jalan itu pula kita akan memahami apa yang kita jalani dalam rel kehidupan ini.
p/s dari 2_one:
1- just be yourself..
2- bersederhana dalam segala hal
3- memberilah dengan hati ikhlas..
4-nilai sesuatu itu bukan terletak pada harga atau kuantiti, cukuplah memberi dengan ikhlas.
5- hargai apa yang kita miliki...kata2 Hamka yang cukup mengajar erti syukur dan sederhana : 'apa Yang Ada Ini Sudah harapan Kita'.....subhanallah..


3 comments:
satu perkongsian yang amat2 menarik......
...Jika mnjadi PEMIMPIN...pimpinlah..tapi pastikan diri kita boleh dipimpin....
...Jika kita DIPUNCAK JAYA...nikmatilah.. tapi jangan lupa siapa kita DAHULUNYA..
p/s: sykran ya ukthi.. smuanya bmula dgn hkikat sykur...i'llah..
jinggo n ayap
terima kasih semuanya...
Post a Comment